Kamu lebih dari sekedar label!




label atau sebutan yang diberikan buat kamu, hanya membuatmu lebih mudah dihina, dilecehkan. sering kali orang tidak menghargaimu, karena mereka hanya mengenalmu dengan labelmu saja.
mereka tidak tahu, bahwa dirimu adalah lebih, daripada apa yang orang 'cap' tentang kamu.

sebuah video yang sungguh menginspirasi dari Michelle Phan tentang betapa berharganya diri seseorang, lebih dari yang orang pikir. kita hidup bukanlah dari apa yang orang bicarakan atau bayangkan tentang kita. kita adalah kita.
kita punya pilihan, untuk menentukan bagaimana hidup itu terus berlanjut.

Hope this can inspire you for a better life :)

Dibalik kalimat yang diucapkan



Teman – teman terkasih, tidak semua perkataan yang kita ucapkan itu selalu baik. Terkadang kata-kata apa yang tidak sengaja meluncur dari mulut kita, bisa bikin nyesek orang lain.

Hari ini, ada pernyataan yang benar-benar bikin aku nyesek. Pernyataan itu meluncur dari mulut teman sekelasku sendiri. Tega banget ya?
Ceritanya begini,
Hari itu sedang semangat-semangatnya berkampanye untuk mendukung calon OSIS lah (bisa dibilang begitu). Ada 2 calon yang mewakili kelasku, dan dua-duanya adalah wanita (inilah bukti emansipasi wanita). Dan tanpa sepengetahuanku, teman – teman mengadakan kegiatan membuat yel-yel bersama dan mendesain apa itu namanya, yang tulisan “vote for..” buat promosi gitu.
Begitu aku tahu, ternyata pada hari minggu diadakan acara membuat yel-yel bareng, aku spontan bertanya pada temanku.
“lho, kemaren pada mbuat yel-yel bareng to?”
“Iya, jam 4 hari minggu.”
“lho, kok aku gak tau yaa?”
Langsung ada satu temanku yang menimpali “Makanya eksis dong!”

Jleb..

Begitu sampai rumah, langsung kurenungkan, kuhayati, kumeditasikan, dan kupikirkan. Kata – kata itu sumpah bikin aku nyesek. Eksis? Apa maksudnya itu. Setelah lama kurenungkan, timbul berbagai pertanyaan yang memenuhi pikiranku.
Memangnya untuk dapet info kelas harus eksis ya?
Berarti hanya orang-orang eksis yang bisa aktif di kelas?
Kalau gitu, kelasku gak bakal maju – maju dong, gara-gara ada anak yang gak dapet info di kelas, cuma gara-gara gak eksis?  
Terus gimana nasib orang yang gak eksis?

Sungguh memilukan ya, nasib orang yang gak eksis terutama aku. Sedih. Nyesek banget rasanya.
Berdasarkan pengalaman tadi, aku berpikir, karena aku orangnya memang banyak mikir, aku mikirnya begini, kalau orang yang tahu kalau saat itu ada acara bikin yel-yel ajaa ada yang gak bisa dateng, sementara aku aja gak diberitahu ada acara begituan. Apa bedanya orang – orang yang gak bisa datang, sama orang yang gak eksis? Bingung.

Aku juga gak tahu maksud sebenernya temanku bilang kayak gitu, bisa sekedar bercanda atau memang mau menyindir, tapi yang pasti itu bikin nyesek :(

Sungguh, aku benar-benar gak dapet info tentang itu. Kenapa orang terlalu pelit untuk memberitahuku? Bahkan waktu aku bersama mereka pun, aku tidak diberitahu.

Kebayang kan rasanya? Jadi orang gak eksis, ketinggalan info terus. Gak ada yang memperhatikan, bahkan sekedar melihat nomer hape untuk diberitahu lewat sms.

Betapa menyedihkan jadi orang terkucil. Untuk itu, kita jangan mengucilkan orang lain. Bayangkan betapa sakit hati orang yang dikucilkan.
Dan satu lagi, berpikir itu penting apalagi sebelum kita mengeluarkan kata-kata atau berbicara, karena setiap perkataan itu mencerminkan sifat kita yang sesungguhnya. Ingat kata-kata yang pernah jadi iklan ini : mulutmu harimaumu!

Cinta, bukan status

Andai aku laki-laki, Aku pikir dapat memahami bagaimana mencintai seorang perempuan.

Andai aku laki-laki, Aku berjanji akan menjadi seorang laki-laki yang baik, yang selalu mendengarkan kekasihku dan selalu ada di setiap kekasihku membutuhkan.
Andai aku laki-laki, Aku tidak menyakiti kekasihku dengan hal apapun.

Suatu pengandaian yang bisa dibilang 50:50 karena perlu dipertanyakan, apakah semuanya seperti itu?
Ada orang yang berpikiran kalau punya pacar itu adalah suatu hal yang wajib. Kemudian orang itu akan mati-matian mencari pacar ketika mereka single dengan berbagai usaha. Tapi ketika sudah jadian, setiap hari malah galau dan ingin putus. Aneh.
Ketika aku membuka FB dan searching berbagai profil orang, aku menemukan profil milik temanku. Aku sudah mengenalnya lama, tapi saat ini kami tidak pernah bertemu.
Aku melihat status hubungannya : in a relationship with […] , dan tidak hanya itu, tiap statusnya pun selalu seperti ‘membanggakan’ pacarnya dan tentang cinta-cintaan, bahkan menurutku statusnya sama sekali tidak penting.
Ia pernah chatting denganku beberapa waktu lalu.
Teman [T] : eh, reunian yok, kangen nih..
Aku [A] : ayok..
T : aku pengen ngajak pacarku tersayang nih sekalian nih. Tau gak ternyata dia adek kelas kita lho..
A : wow… selamat yaa..
Dan beberapa selang waktu kemudian, ia putus dengan pacarnya itu, karena suatu masalah yang terlihat dari beberapa komen dengannya.
Beberapa minggu kemudian, ia statusnya sudah in a relationship lagi dengan orang lain, dan begitu seterusnya.
Tidak hanya satu dua orang yang seperti itu, tapi ada lebih.
Dari hal itu, aku berpikir, kalau kita tidak mendasari hubungan itu dengan perasaan, atau kita hanya ingin menjadikannya sebagai status ‘anti-single’, sama saja semua itu sia-sia.
Kalau kita punya pacar, hargailah ia dengan segenap perasaan yang kita miliki dalam melandasi suatu hubungan, juga dengan cinta. Jangan hanya sebagai status yang tanpa arti.
Tapi kalau kita tidak punya pacar, atau single, itu berarti Tuhan sedang mempersiapkan jodoh kita nanti, ketika kita sudah siap. Dan Tuhan pasti akan memberikan seseorang yang terbaik buat kita.



Kesetiaan

deras hujan yang turun
mengingatkanku pada dirimu
aku masih disini untuk setia

selang waktu berganti
aku tak tahu engkau dimana
tapi aku mencoba untuk setia

sesaat malam datang
menjemput kesendirianku
dan bila pagi datang 
kutahu kau tak disampingku
aku masih disini untuk setia 


kata-kata diatas, pasti tak asing lagi...
yaaa, itu adalah lirik lagu dari Jikustik - Setia

lagu yang dapat mengungkap perasaan pada kekasih, bahwa kita akan selalu setia pada kekasih kita.

tapi apakah hanya pada kekasih kita akan menyanyikan lagu itu??
bagaimana kalau kita menyanyikan lagu itu untuk Tuhan?

betapa banyak kasih dan anugerah yang dilimpahkan Tuhan pada kita
tapi kita seringkali tak menyadarinya..
bahkan kita sering melupakan Tuhan..
waktu kita hanya untuk mengejar masa depan kita.

kita sering kuatir akan masa depan kita..
makan apa ya nanti? akan jadi apakah saat besar nanti? pakai pakaian apa ya nanti?
karena itu, kita jadi tidak menyadari kasih Tuhan..

ada tertulis di kitab suci:
"janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. kesusahan sehari cukuplah untuk sehari"

kita harus percaya pada Tuhan, karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi masa depan kita.
Tuhan pasti akan menunjukkan jalan hidup kita..

Dan, Tuhan akan selalu setia membimbing dan melindungi kita sepanjang hari.
jadi harusnya kita juga setia pada Tuhan kan?

Tuhan, aku masih disini, untuk setia......